08 Desember 2010
Dua hacker Jerman menjebol komputer lebih dari 50 bintang pop, termasuk Justin Timberlake dan Lady Gaga, dan mencuri lagu, juga foto-foto dan video pribadi yang sensitif seperti adegan sex artis-artis itu dengan pasangannya.
Menurut polisi Jerman, kedua hacker itu menggunakan program sederhana namun
invasif yang disebut Trojan, yang dapat masuk ke jaringan komputer pribadi.
Tapi mereka diduga telah menyusup ke komputer dari string bintang terkenal di
dunia dan mendownload ratusan dokumen termasuk musik, rincian kartu kredit,
email dan foto.
Salah satu korbannya adalah penyanyi Amerika, Kesha. Foto telanjang dan adegan
seks Keisha telah digunakan untuk memeras artis berusia 24 tahun tersebut
Untungnya belum sampai dibayar.
Senang dengan kesuksesan mereka, duo ini diduga membual di forum internet
tentang kemampuan mereka untuk hack ke komputer selebriti top itu. Namun jaksa
yakin tujuan utama mereka adalah menjual materi musik yang belum pernah
dirilis dengan harga tinggi.
"Pada dasarnya kita berbicara tentang publikasi selundupan ilegal, dan
memata-matai menggunakan Trojans ," kata jaksa negara Rolf Haferkamp, surat
kabar Neue Ruhr / Neuer Rhein Zeitung. "Trik itu sendiri tidak ada yang
istimewa. Yang diperlukan adalah sedikit pengetahuan dan ketekunan untuk
mencapai kesuksesan kriminal. "Dia menambahkan bahwa hacking itu memaksa
sejumlah penyanyi untuk merilis albumnya lebih awal.
Kejahatan ini diketahui ketika penggemar Kelly Clarkson, penyanyi lain yang
menjadi target, memberitahu sang penyanyi tentang musik yang belum pernah
dirilis kini tersedia di internet. Lalu Kelly memberitahu polisi, dan meminta
untuk melakukan penyelidikan yang melibatkan FBI dan Federal Police Service
Jerman.
Sementara dua haceker yang masing-masing masih berusia 17 tahun dari Duisburg
dan 23 tahun dari kota terdekat Wessel, belum dituntut, beberapa surat kabar
menyatakan mereka sudah mengaku kepada polisi.
Sven Kilthau-Lander, direktur Universal Music humas di Jerman yang bertanggung
jawab atas publisitas bintang Lady Gaga dan Rihanna, mengatakan kepada sebuah
koran lokal: "Ini benar-benar menakutkan. Seseorang tidak dapat merasa aman di
mana saja. "
(dikutip dari : telegraph.com dan berbagai sumber)








